Permintaan
Tenaga Kerja
Permintaan
tenaga kerja dalam jangka pendek mengkondisikan perubahan menerima harga jual
produk dan tingkat upah yang diberikanp. Dalam mengkombinasikan penggunaan modal
dan tenaga kerja untuk menghasilkan output, perusahaan tidak mampu merubah
kuantitas modal yang akan digunakan dan hanya bisa menambah penggunaan tenaga kerja
untuk meningkatkan output. Dalam memperkirakan berapa tenaga kerja yang perlu
ditambah, perusahaan akan melihat tambahan hasil marginal dari penambahan
seorang karyawan tersebut. Selain itu, perusahaan akan menghitung jumlah uang
yang akan diterima dengan adanya tambahan hasil marginal. Jumlah uang yang
dinamakan penerimaan marginal (VMPPL) yaitu nilai dari MPPL dikalikan dengan
harga per unit barang. (simanjuntak, 1998).Jumlah biaya yang dikeluarkan
pengusaha sehubungan dengan mempekerjakan mempekerjakan tambahan seorang
karyawan adalah upahnya sendiri (W) dan dinamakakn biaya marginal (MC). Bila
tambahan penerimaan marginal (MR) lebih besar dari biaya mempekerjakan seorang
yang memnghasilkan (W), maka mempekerjakan tambahan orang tersebut akan
menambah keuntungan pengusaha. Dengan kata lain dalam rangka menambah
keuntungan, pengusaha senantiasa akan terus menambah jumlah karyawan selama MR
lebih besar dari MC.
Dari teori
perilaku produsen diketahui bahwa posisi keuntungan maksimum (posisi
keseimbangan) produsen tercapai apabila memenuhi syarat:
MR = MC
Dalam hal
ini MR merupakan nilai rupiah produksi marginal yang diperoleh dari mengalikan
harga produk yang berlaku dengan produksi marginal. Sehingga dapat dibuat
persamaan sebagai berikut :
VMP = P.MPTK
Jumlah nilai
VMP menggambarkan tambahan pendapatan yang diterima oleh pengusaha bila
menambah penggunaan tenaga kerja satu unit lagi. Bila perusahaan menggunakan
garis wage rate sebagai dasar maka tambahan biaya yang harus dibayar perusahaan
adalah sama dengan tingkat upah (W) berfungsi sebagai MC adalah W , sehingga
posisi optimal adalah :
VMP = W
Jadi dalam
rangka menambah keuntungan, pengusaha akan terus menambah jumlah karyawan
selama MR lebih besar dari pada W , sehingga dapat digambarkan sebagai berikut:
Pengusaha dapat terus menambah laba perusahaan dengan memperkerjakan tenaga kerja hingga ON. Di titik N pengusaha mencapai laba maksimum dan nilai MPTK x P sama dengan upah yang dibayarkan pada karyawan. Dengan kata lain pengusaha mencapai laba maksimum bila MPTK x P = W . Penambahan tenaga kerja yang lebih besar dari pada ON, misalnya OB maka akan mengurangi keuntungan pengusaha. Pengusaha membayar upah pada tingkat yang berlaku (W), padahal hasil nilai marginal yang diperolehnya sebesar W2 yang lebih kecil dari pada W. Jadi pengusaha cenderung untuk menghindari jumlah karyawan yang lebih besar dari pada ON. Penambahan karyawan yang lebih besar dari ON dapat dilaksanakan hanya bila pengusaha yang bersangkutan dapat membayar upah dibawah W atau pengusaha dapat menaikkan harga jual barang.
Pengusaha dapat terus menambah laba perusahaan dengan memperkerjakan tenaga kerja hingga ON. Di titik N pengusaha mencapai laba maksimum dan nilai MPTK x P sama dengan upah yang dibayarkan pada karyawan. Dengan kata lain pengusaha mencapai laba maksimum bila MPTK x P = W . Penambahan tenaga kerja yang lebih besar dari pada ON, misalnya OB maka akan mengurangi keuntungan pengusaha. Pengusaha membayar upah pada tingkat yang berlaku (W), padahal hasil nilai marginal yang diperolehnya sebesar W2 yang lebih kecil dari pada W. Jadi pengusaha cenderung untuk menghindari jumlah karyawan yang lebih besar dari pada ON. Penambahan karyawan yang lebih besar dari ON dapat dilaksanakan hanya bila pengusaha yang bersangkutan dapat membayar upah dibawah W atau pengusaha dapat menaikkan harga jual barang.
Penawaran Tenaga Kerja
Penawaran tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang
dapat disediakan oleh pemilik tenaga kerja pada setiap kemungkinan upah dalam
jangka waktu tertentu.
Tradeoff antara Kerja dan Waktu Luang
Tradeoff adalah situasi dimana seseorang
harus membuat keputusan terhadap dua hal atau mungkin lebih, mengorbankan salah
satu aspek dengan alasan tertentu untuk memperoleh aspek lain dengan kualitas
yang berbeda. Kurva penawaran tenaga kerja mencerminkan bagaimana keputusan
para pekerja mengenai tradeoff antara tenaga kerja dan waktu luang
merespons perubahan biaya kesempatannya. Kurva penawaran tenaga kerja yang
kemiringannya positif menandakan bahwa masyarakat merespons peningkatan upah
dengan cara menikmati waktu luang yang lebih sedikit dan jam kerja yang lebih
banyak.
Adapun beberapa
hal yang menyebabkan kurva penawaran tenaga kerja mengalami pergeseran adalah
sebagai berikut:
1. Perubahan Selera
Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perubahan
selera, atau sikap terhadap pekerjaan. Pada tahun 1950 merupakan hal yang wajar
apabila seorang wanita hanya tinggal di rumah sambil mengasuh anak, tetapi saat
ini lebih banyak ibu rumah tangga yang memilih untuk bekerja, dan akibatnya
terjadilah peningkatan penawaran tenaga kerja.
2. Perubahan Kesempatan Alternatif
Penawaran tenaga kerja pada setiap pasar tenaga kerja
bergantung pada kesempatan yang tersedia pada pasar tenaga kerja lainnya.
Contoh:
Apabila upah yang diperoleh para pemetik buah pir
tiba-tiba meningkat, sebagian penetik buah pir mungkin memilih untuk beralih ke
pekerjaan lain. Penawaran tenaga kerja pada pasar pemetik buah pir mengalami
penurunan.
3. Imigrasi
Perpindahan pekerja dari suatu wilayah ke wilayah
lain, atau dari suatu negara ke negara lain, merupakan penyebab nyata dari
pergeseran penawaran tenaga kerja.
Contoh:
Ketika para imigran dating ke AS, penawaran tenaga
kerja di AS meningkat dan penawaran tenaga kerja di Negara asal para imigran
akan menurun.
Sumber:
Pratama Diyan, (2012). Analisis Pertumbuhan Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Di Kabupaten Jepara. Skripsi S1, Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2012.
Pratama Diyan, (2012). Analisis Pertumbuhan Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Di Kabupaten Jepara. Skripsi S1, Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2012.
No comments:
Post a Comment